Kamis, 26 April 2012

Story Of Love

Kaidah yang pernah tercipta di dunia mungkin telah menakdir sebuah keniscayaan indah tentang cinta. Cinta telah membuat seluruh makhluk di permukaan bumi ini hidup dengan makmur, saling menyayangi, dan mengerti satu dengan yang lainnya. Ini adalah keunikan yang termaktub dalam cinta. Keunikan ini membuat jutaan insan merasa betah dan berhasrat untuk hidup di dunia seribu tahun lamanya.

Keindahan dalam bercinta akan dirasakan ketika keduabelah pihak saling mencintai. Karena jika hanya salah satu pihak saja yang merasakan perasaan cinta itu, tentu hal ini sangat menyakitkan, dan dapat membuat orang itu menjadi galau.

Oleh karena itu carilah cinta sejati yang sesungguhnya. Cinta sejati yang bisa memberi tanpa harus menerima, membawa damai, dan bahagiakan jiwa untuk semua manusia. Memang ini bukanlah perihal yang mudah, namun bukan berarti tidak bisa diraih. Dalam pencarian cinta terkadang kita harus bersusahpayah terlebih dahulu, dan tentunya ini adalah proses wajib yang harus kita lakukan apabila kita ingin mendapatkan cinta sejati yang sesungguhnya.

Dalam proses perncarian, pasti terpikir di benak kita tentang pasangan yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan. Pemikiran itu memang lumrah kita rasakan, sebab tak dapat kita pungkiri bahwa fitrah manusia adalah menginginkan sesuatu yang dapat membuat dirinya merasa senang, dan salah satu hal yang membuat manusia senang adalah ketika kriterianya terpenuhi.

Semua paragraf di atas hanya sekedar pengantar dari cerita yang akan aku sampaikan. Cerita ini adalah kisah nyata, dan sedang ku rasakan saat ini. Oke tanpa berbasa-basi lagi, silakan baca....!

Di tengah rapat pelatihan Jurnalistik yang penuh dengan kemerengut suasana panas karena adanya perbedaan pendapat di berbagai pihak, datanglah seorang gadis yang cukup memikat hatiku. Mengapa demikian? Karena awal perjumpaan dia sudah menunjukan sikapnya yang supple dan komunikatif. Sikap perempuan yang seperti ini adalah salah satu kriteria perempuan yang aku inginkan.

Hari pertama  berkenalan dengannya, mungkin belum ada perasaan yang menggebu, yaa hanya saja sekedar perasaan suka biasa saja. Namun pada saat itu aku tak sedikit pun menggubrisnya, karena aku pikir ini hanyalah perasaan kagum biasa dan tentu insan normal lumrah merasakan hal ini.

Pelatihan Jurnalistik pun tiba, kesibukan yang tiadatara aku rasakan di acara ini. Namun di sela-sela kesibukan itu, dia hadir dan entah mengapa kedekatan yang memuncak kami rasakan kala  itu. Dan kedekatan ini sedikit menimbulkan rasa sayang dalam hati, sehingga membuatku mulai berpikir “apakah ini yang dinamakan cinta??”.

Seiring waktu berjalan, kami semakin dekat. Hubungan pun selalu kami lakukan baik  secara langsung, maupun melalui media komunikasi. Hingga akhirnya aku mengetahui tentang latar belakang dia. Dan sungguh latar belakangnya membuatku semakin merasakan mahligai cinta yang menggebu. Dia bermanhaj Salaf, berpenampilan Islami, dan tentunya satu perjuangan denganku. Sungguh dia merupakan tipe wanita yang aku idam-idamkan. Dan tak pernah sedikitpun terpikir dalam benakku akan bertemu dengan wanita yang berkriteria demikian dalam waktu dekat ini.

Sekarang Ta’aaruf sedang kami jalani. Meskipun perjalanan yang kami akan tempuh masih panjang, kami yakin dapat melalui fase tersebut dengan baik. Tantangan-tantangan yang akan kami tempuh di masa mendatang merupakan proses pendewasaan diri dalam menjalin hubungan. Profesionalitas, saling memahami, dan mencoba saling memberikan perhatian adalah sikap yang harus kami terapkan dalam hubungan ini. Sehingga hubungan ini dapat dipertahankan dan mencapai target tertentu yang kami inginkan.

Akhirnya aku mengikhlaskan diri kepada Allah dalam menjalin hubungan ini. Aku juga memohon kepada Allah, semoga hubungan ini diridhoi oleh-Nya, dan dapat mencapai target sesuai dengan apa yang telah Allah syari’atkan. Aamiin

Kamis, 19 April 2012

Kriteria Kelulusan Ujian Nasional 2012

Ujian Nasional 2012 akan dilaksanakan pada bulan April dan Mei untuk jenjang SD, MI, MTS, SMP, SMA, MA, SMK. Sekolah, guru dan siswa sekarang sudah mulai terkena kegandrungan UN 2012. Semua sudah mulai bersiap-siap bagaimana bisa lolos di UN 2012. Pemerintah sudah mengeluarkan Permendikbud No. 59 tahun 2011 sebagai landasan pelaksanaan UN 2012. POS UN 2012 sudah di luncurkan untuk memperkuat pelaksanaan UN 2012.
Secara umum aturan main UN 2012 sama dengan UN 2011.

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah :
a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran yang terdiri atas:
(1) kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
(2) kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
(3) kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;
c. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
d. lulus Ujian Nasional
Kriteria Pertama penyelesaian seluruh program pembelajaran oleh peserta didik adalah proses pembelajaran:
• SD/MI dan SDLB: kelas I sampai kelas VI
• SMP/MTs dan SMPLB: kelas VII sampai kelas IX
• SMA/MA , SMALB, SMK : kelas X sampai kelas XII
Kriteria Kedua adalah nilai baik untuk empat kelompok mata pelajaran agama akhlak mulia, kewarganegaraan, kepribadian, estetika, jasmani, olah raga dan kesehatan ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing
Kriteria Ketiga peserta didik lulus Ujian Sekolah/ Madrasah (US/M) yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing, dengan ketentuan:

NS = 0,6 x NUS + 0,4 NR

Keterangan:
NS : Nilai Sekolah/Madrasah
NUS : Nilai Ujian Sekolah/Madrasah
NR : Rata-rata Nilai Rapor dengan rincian sebagai berikut:
.. SD/MI dan SDLB : semester 7 sampai 11
.. SMP/MTs, SMPLB : semester 1 sampai 5
.. SMA/MA, SMALB : semester 3 sampai 5
.. SMK : semester 1 sampai 5
 Kriteria Keempat peserta didik lulus dari Ujian Nasional:
.. SD/MI dan SDLB ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru
.. SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK ditetapkan oleh BSNP berdasarkan perolehan Nilai Akhir (NA)

Nilai Akhir :

NA = 0,6 NUN + 0,4 NS

Peserta didik SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus UN apabila peserta didik mencapai nilai rata-rata NA paling rendah 5,5 dan NA tiap mata pelajaran paling rendah 4,0.
(Sumber : http://ruumit.blogspot.com/2012/01/kriteria-kelulusan-ujian-nasional-2012.html )

Selasa, 10 April 2012

Akhir Pertentangan.. => Ternyata Tidak Abadi



Pertentangan organisasi di Pimpinan Ranting IPM SMK Muhammadiyah Parakan sungguh masih membekas di relung hati. Pertentangan yang menuai kontra pribadi membuat kita mengetahui proses pendewasaan yang sesungguhnya. Pendewasaan pribadi, berusaha mengubah diri, dan belajar menghargai waktu yang lantas pergi adalah proses yang kami alami pada fase ini.

Selama kurang lebih tujuh bulan satu sama lain di antara kami DIAM TANPA KATA. Memang seharusnya ini tidak perlu terjadi, namun keegoisan yang memuncak dan arogansi hati yang melebur menjadi satu seolah-olah menjadi bumerang batas pertemanan ini.

Tahukah anda?? Belum lama ini sang pendamai datang ke kelas kami. Kedatangan pendamai yang tidak disangka-sangka, tentunya membuat kami tersentak kaget. Karena  kami sungguh tidak pernah menyangka sedikitpun, ternyata para guru juga telah mengetahui kondisi buruk di kelas kami.

Seiring dengan kedatangan sang pendamai yaitu guru, maka pertentangan di kelas yang disebabkan masalah internal organisasi pun mereda. Saat itu satu sama lain di antara kami saling berjabat tangan, berpelukan, dan memahami arti pertemanan yang sesungguhnya dengan penuh kebesaran hati.

Tak bisa dipungkiri, bahwa perasaan menyesal pun hadir dalam hati. Menyesal akan keegoisan yang pernah hadir, arogansi yang membuat kami peka dengan tali silaturahim, dan  menyesal dengan semua fase pertentangan ini. Namun, penyesalan sungguh tak berarti. Sekarang yang terpenting kami harus solid, dan senantiasa menumbuhkan sikap besar hati di antara kami agar pertentangan yang pernah terjadi tak terulang lagi.


# Tetap solid yaa teman-teman kelas 12....  ingat masa indah SMK  pasti takkan pernah terulang lagi, manfaatkan waktu yang singkat ini untuk membina pertemanan kita untuk menjadi lebih baik lagi.. oke

Jumat, 16 Maret 2012

Bagaimana Kalau Pelajar Tawuran???


Oleh : Tara Prayoga

Siapa sih di antara kita yang tidak menginginkan ketenaran? Apalagi kalau kita jadi remaja yang dipuja-puja banyak orang, so pasti sebagai remaja gaul, kita sangat menginginkan hal itu, iya kan??
Belum lagi kalau seandainya semua orang bertekuk lutut di hadapan kita, dan kita selalu diperlakukan layaknya seorang bos, pasti seru banget tuh..

Hasrat-hasrat tersebut pada umumnya dimiliki  para remaja dalam proses pencarian jati diri. Sehingga tak heran kalau kita melihat keanekaragaman gaya remaja dalam menjalani liku-liku kehidupan yang mereka alami. Dan  salah satu dari keanekaragaman gaya itu adalah melestarikan budaya tawuran di antara mereka.

Perbuatan mereka yang anarki, ingin menang sendiri, membangga-banggakan gengnya, dan tak peduli dengan lingkungan sekitar seolah-olah menjadi bumerang bagi eksistensi negera. Karena remaja merupakan kader yang nantinya akan mengisi kekosongan kepemimpinan di negeri ini. Kalau masa remaja saja berantakan, bagaimana ketika dewasa nanti?? Sementara kita tahu, bahwa apa yang dilakukan anak Adam sekarang adalah cerminan dirinya di masa mendatang. Lalu mau dibawa kemana negara ini? Apakah  kita ingin negara ini kembali dijajah oleh negeri-negeri yang tak berperikemanusiaan? Apakah  kita rela negara ini  tenggelam ke dalam kenistaan? Atau mungkin kita akan tetap bersikap acuh tak acuh apabila negara ini diserahkan secara mutlak untuk bangsa lain?  Dan pada akhirnya  mereka  yang mengurus semua dinamika kenegaraan di negeri ini.

Saya yakin sebagai manusia normal yang memiliki akal sehat, pasti tak akan rela negaranya kembali dikuasai oleh penjajah. Karena manusia normal pasti berpikir :
“cukup penderitaan itu dialami pendahulu-pendahulu kita, dan jangan sampai kita merasakan penjajahan yang tak berperikemanusiaan itu”.

Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kalau seandainya di dalam negeri saja kita saling bentrok, atau dengan kata lain saling bertindak anarki, apakah eksistensi  negeri ini akan tetap terjaga? Lalu bagaimana kita bisa menjaga kemerdekaan bangsa kita, sementara kita sendiri saling baku hantam? Dan apakah negara dapat maju apabila tawuran menjadi tradisi pelajar? Silakan jawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan hati dan pikiran yang jernih dan tidak ternodai oleh hitamnya syubhat.

Oke, setelah kita mengetahui dampak dari tawuran terhadap stabilitas pertahanan negara, sekarang saatnyalah kita terbang menuju ke pembahasan tentang  permasalahan Tawuran antar Pelajar dan Solusinya. Selamat menyimak.. cekidot..!!!

Sebenarnya masalah tawuran di Indonesia adalah permasalahan klasik yang selalu menghiasi layar kaca tanah air. Dan umumnya tawuran justru dilakukan oleh objek pendidikan, yaitu pelajar. Pasalnya, tawuran terjadi karena adanya budaya premanisme yang menjerat negeri ini dari segala aspek. Jadi, faktor eksternal sangat memicu budaya premanisme di sekolah.

Tapi menurut saya kata kunci utama dari sebab pelajar mengikuti tawuran adalah “Ikut-ikutan”. Seperti yang saya jelaskan pada paragraf pertama, bahwa remaja umumnya memiliki hasrat ingin dielu-elukan di hadapan semua orang. Dan pemikiran ini menyebar luas di kalangan pelajar dewasa  ini. Sehingga mereka mengimplementasikan hasratnya melalui tawuran.

Ini merupakan permasalahan besar yang harus segera dituntaskan. Dan tentunya dalam menuntaskan permasalahan ini, berbagai pihak harus saling mendukung. Orang tua, guru, dan pemerintah menjadi subjek utama dalam menuntaskan permasalahan ini. Orang tua harus memberikan perhatian penuh terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan anaknya, baik di dalam atau di luar rumah, sehingga seluruh kegiatan sang anak dapat terkontrol dengan baik. Kemudian guru juga jangan hanya menjadi pengajar, namun harus lebih dari itu. Sang guru harus memberi teladan yang baik kepada siswanya. Sebab ketika keteladanan dari subjek pendidik hilang, maka kebringasan akan timbul, dan pada akhirnya tawuran menjadi alternatif pekerjaan pelajar di luar sekolah.

Selain itu pemerintah juga berkewajiban menghapus semua tayangan media yang menayangkan kekerasan, baik di media cetak maupun elektronik. Karena jika tontonan negatif tersebut masih juga ditayangkan, maka pelajar/remaja akan menjadikan tontonan negatif itu menjadi tuntunannya dan hal itu sangat berbahaya bagi mereka.

Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan, bahwa menjadi pelajar yang baik dan berprestasi adalah kunci sebenarnya untuk kita memperoleh ketenaran yang hakiki. Mungkin kita tahu Ibnu Sina, Ibnu Arabi, Muhammad Iqbal, dan ilmuan Islam lainnya yang tenar karena prestasi mereka dalam menciptakan sesuatu. Itu artinya untuk menjadi orang yang dipandang oleh seluruh manusia tidak harus melakukan hal-hal yang negatif. Namun cukup menjadi pelajar yang berakhlak mulia, cerdas, dan berprestasi, maka kita pasti bisa menaklukan dunia dan seisinya.

Senin, 05 Maret 2012

Keutaman Jihad, Nulis, dan Nikah


Penulis : Tara Prayoga

Jihad, Nulis, dan Nikah adalah ketiga aktivitas yang sangat berbeda. Kalau kata orang Brebes “Nothing is common” alias ga ada kesamaannya. Tapi sebenarnya tiga perihal ini merupakan perintah agung yang terucap dari lisan manusia termulia di muka bumi, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Beliau bersabda :

"Tiga orang yang selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah swt, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang yang nikah demi menjaga kehormatan dirinya" (HR. Ath Thabrani)

Oh iya, cuma ingin memberitahu sebenarnya saya tergugah menulis tentang hal ini, karena ada pertanyaan dari teman saya tentang masalah ini. Semoga dia memahaminya  setelah membaca tulisan ini. Amiin 



Oke kita kembali ke inti permasalahan. Dalam hadits tersebut Nabi menyebut Mujahid sebagai orang pertama yang selalu diberi pertolongan oleh Allah. Sebab Allah menolong mereka adalah karena mereka merupakan orang-orang yang memperjuangkan Islam dengan lisan dan pedang. Tanpa mereka kalimatullah tidak akan tegak di bumi ini, tanpa mereka kerusakan di muka bumi akan merajalela, dan tanpa mereka eksistensi dakwah amar ma’ruf nahi munkar akan terputus sampai batas waktu yang ditentukan.

Berbicara mengenai jihad, saya teringat dengan insiden perang badar. Kala itu jumlah pasukan kaum Muslimin minoritas, akan tetapi dapat mengalahkan kaum kafir yang mayoritas. Dan hal ini dinukil oleh Allah dalam firman-Nya :

“Ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb (Tuhan)-mu, lalu dikabulkan-Nya bagimu, “Sesungguhnya Aku (Allah SWT) akan mendatangkan bantuan kepadamu seribu malaikat yang datang bersambungan.” Dan tidaklah hal itu dijadikan oleh Allah untukmu kecuali sebagai berita gembira dan untuk menenteramkan hatimu. Dan tiada lain kemenangan itu kecuali datang dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha bijaksana. (QS. Al Anfal : 8-9)

Allah menurunkan bantuan yang nyata berupa bala tentara yang datang secara terus-menerus ketika perang badar. Hal ini merupakan contoh nyata bagi kita bahwa Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Dan jihad tidak hanya berupa perang, namun ruang lingkupnya lebih besar dari itu. Sebab segala sesuatu yang berkaitan dengan menegakan agama Allah juga dikatakan jihad, dan puncak jihad adalah berperang membela agama Allah.



Kemudian masalah menulis. Saya teringat dengan kata-kata Bapak Hadi Suyono S.Psi, M.si ketika menyampaikan materi dalam acara Pelatihan Jurnalistik yang dilaksanakan PD IPM Tangerang Selatan, beliau mengatakan “Sesungguhnya cepat atau lambat kita pasti mati, namun tulisan akan tetap abadi”.
 
Ulama yang hidup ribuan tahun silam, tulisannya masih dapat kita nikmati sebagai cahaya ilmu yang terang-benerang hingga hari ini. Tulisan mereka bagaikan udara yang di setiap waktu dihirup oleh seluruh makhluk di muka bumi hingga datangnya hari kiamat. Di antara ulama-ulama tersebut adalah : Imam Asy Syafi’i dengan kitabnya Ar Risalah, Imam Bukhori dengan kitabnya Shahih Bukhari, Ibnu Hajar Al Asqolani dengan kitabnya Bulughul Maram, dan masih banyak lagi ulama-ulama yang karyanya hingga hari ini masih tersebar di seluruh pelosok negeri.



Terakhir, tentang menikah. Allah telah menjanjikan rezeki yang berlimpah bagi hamba-Nya yang menikah dengan niat yang benar. Sebab, orang yang menikah karena Allah, berarti dia telah memilih jalan halal yang dicintai Allah, dan ia telah menjauhkan dirinya dari jalan yang dimurkai Allah yaitu zina. Maka Allah mencintainya karena dia telah memilihara fitrah dengan jalan yang benar.

Dari pembahasan di atas, mungkin muncul pertanyaan dibenak anda, mana yang lebih utama dari ketiga perihal tersebut???
Oke, saya akan jawab….

Seluruh perkara di atas merupakan amalan yang agung. Seseorang akan memperoleh kemuliaan dengan ketiga amalan tersebut di sisi Allah. Akan tetapi di antara ketiga amalan agung tersebut, ada amalan yang teragung dan Nabi menyebut keutamaan itu pertama dari yang lainnya, yaitu menjadi mujahid di jalan Allah.

Ketika Nabi menyebut banyak keutamaan dalam sabdanya, maka perkara yang paling utama dari keutamaan-keutamaan  itu adalah yang disebutkan pertama oleh Rasulullah, dan dalam Al Qur’an juga demikian. Contohnya dalam firman Allah :

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS At Taubah : 100)

Dalam ayat ini ada dua kelompok yang Allah utamakan, yaitu kaum Muhajirin dan Anshor. Para ulama menarik kesimpulan bahwa kaum Muhajirin lebih utama dari kaum Anshor, karena Allah menyebut Muhajirin terlebih dahulu dari Anshor dalam ayat ini. Selain itu para Ulama juga menyimpulkan dari sejarah, bahwa kaum Muhajirin telah masuk Islam lebih dahulu, dan mereka adalah kaum yang pertama kali membela dakwah Nabi ketimbang kaum Anshor. Oleh karena itu kaum Muhajirin lebih utama dari kaum anshor.

Nah, dari contoh di atas, saya rasa sudah cukup jelas mana yang lebih utama antara Jihad, Nulis, dan Menikah. Namun ketiga komponen ini tetap menjadi amalan yang utama bagi setiap muslim, meskipun ada yang lebih utama di antara ketiganya.

Selanjutnya saya menyeru diri saya pribadi khususnya, dan umumnya seluruh kaum Muslimin, mari kita mengamalkan ketiga amaliah ini sesuai dengan porsi kemampuan kita. Karena Allah berfirman :

“Tidaklah Allah membebani manusia di luar batas kemampuannya” (QS Al Baqarah : 286)

Hanya ini yang dapat saya tuangkan ke dalam tulisan, apabila ada kekurang saya mohon maaf. Karena  segala kekurangan merupakan batas dari kapasitas saya sebagai makhluk.

Nuun Wal Qolami Wamaa Yasthuruun

Sabtu, 03 Maret 2012

IPM Pamulang Mengaji Tentang Zionis

Mayoritas remaja mengisi akhir pekan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti pacaran, nongkrong ga jelas, dan aktivitas lain yang hanya menghabiskan waktu tanpa menghasilkan hal positif. Namun,  hal tersebut tidak ada dalam kamus teman-teman PC IPM se-Pamulang. Akhir pekan justru menjadi momen terbaik bagi mereka untuk mengkaji dan memahami ayat-ayat Allah di rumah yang paling mulia di antara rumah-rumah di seluruh polosok bumi ini, yaitu masjid. Dalam kajian ini kami mengusung tema “Propaganda Zionis di Indonesia”, dengan pemateri ustadz Abdullah. Pengajian perdana PC IPM Pamulang periode 2011/2013 ini berlangsung di Masjid Darul Arqom Perguruan SMP Muhammadiyah 44 Pamulang pada 3 Maret 2012.

Awal bulan bagaikan lembaran baru yang dibuka. Membuka lembaran baru dengan sesuatu yang positif merupakan refleksi diri untuk menjadi lebih baik di masa mendatang. Maka inisiatif bidang KDI PC IPM Pamulang patut kita berikan apresiasi, dan semoga pengajian ini bukan akhir dari segalanya. Namun pengajian harus dilakukan secara berkala, agar tujuan IPM menjadikan pelajar Islam yang sebenar-benarnya dapat terwujud.

Sabtu, 25 Februari 2012

Mengaji !!! (Ilmu dapat, Pahala juga Dapat... )

Assalammu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh

Sohib-sohib tercinta yang berbahagia, apa kabar? Pasti baik kan kabarnya? Kalau di antara kalian ada yang sakit, semoga Allah memberikan kesembuhan, kalau di antara ada yang galau, semoga Allah menghilangkan kegalauannya, kalau di antara kalian ada yang banyak masalah, semoga Allah mudahkan segala urusannya. Amiin

Mau pantun dulu ahh :

Masuk rumah pakai salam
Ada kompor ada panci
Kalau kalian ngaku Islam
Ayo mengaji... :)

Makan nasi bareng soraya
Kalau ngaji jangan lupa bawa Qur’an yaa... :)

Oke langsung saja ku tulis apa yang ingin ku sampaikan... :)

Tarik nafas dulu ahh : hmm haaah... hehe. :)
Aku ingin sedikit membagi pengetahuan yang aku dapat ketika  menghadiri pengajian PR IPM SMKM Parakan pada tanggal 25 Februari 2012 di Musholah At Taqwa Parakan. Pengajian perdana yang dilaksanakan IPM SMKM Parakan periode 2012/2013 menurutku sangat menarik, sebab pengajian ini bertema “Pergaulan Remaja Masa Kini”. Ketika mendengar tema yang diusung oleh panitia, aku berpikir pasti ustadznya remaja banget ni, terus pembawaan materinya pasti seru. Dan ternyata benar, ketika aku baru datang – aku datang telat – ternyata sang ustadz sedang menggambarkan realita remaja masa kini. kata beliau (baca : ustadz Yudha), remaja sekarang itu umumnya tak terlepas dari empat hal di antaranya :

  1. bertasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir
  2. Bertabaruj/menampakan aurat ke khalayak
  3. Berkholwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahramnya
  4. Geng yang menimbulkan kemaksiatan kepada Allah

Semua permasalahan-permasalahan ini beliau kemukakan secara terperinci. Misalnya tentang bertasyabuh dengan orang-orang kafir, beliau mengatakan “kaum Muslimin hari ini telah termakan oleh propaganda kaum kufar, sehingga tak sedikit kaum muslimin, terutama remaja, meniru gaya dan pola hidup kaum kufar. Dari cara berpakaian, bersikap, dan bertutur kata. Padahal Islam telah memiliki syari’at yang mulia dan komperhensif untuk mengatur pola hidup manusia sesuai dengan aturan-aturan yang diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’alaa”

Kemudian penjelasan-penjelasan lain tentang Pergaulan Remaja Masa Kini, juga beliau sampaikan dengan detail. Dan solusi yang beliau tawarkan terhadap permasalahan-permasalah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Remaja harus mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif
  2. Mencari sahabat yang sholih
  3. Menghindar dari lingkungan yang dapat memotivasi kita untuk bermaksiat kepada Allah

Ketika remaja mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif – seperti : belajar, olahraga, membantu orangtua di rumah dan hal positif lainnya – maka dia tidak akan terjerumus dengan hal-hal yang dibenci Allah. Sebab dia tak ada waktu untuk bermaksiat kepada Allah” jelas sang Ustadz yang masih kuliah di STAI Utsman Bin Affan jurusan Bahasa Arab.

Tentang mencari sahabat yang sholih, juga tak kalah menarik dengan penjelasan lainnya. Beliau mengungkapkan “sahabat adalah orang yang menjadi tempat kita mengadu tentang suatu permasalahan, baik dunia maupun akhirat. Oleh sebab itu ketika sahabat kita sholih, maka dia akan memberikan solusi terbaik terhadap permasalahan kita, tetapi sebaliknya sahabat yang buruk justru akan memberikan solusi yang dapat menjerumuskan kita” jelasnya.

Beliau juga memaparkan proses menjalin sebuah ukhwah dalam Islam, di antaranya :

  1. Ta’aruf (saling mengenal)
  2. Tafahum (saling memahami)
  3. Ta’awun (saling membantu dalam ketakwaan)

Saling mengenal satu dengan yang lainnya merupakan fase pertama dalam menjalin ukhwah. Di fase ini, kedua belah pihak harus saling memberikan informasi tentang dirinya – seperti : nama, tempat tinggal, nomor hp, bahkan kalau perlu tentang pengalamannya - . setelah mengetahui informasi satu dengan yang lainnya, proses tafahum harus ditanamkan dalam diri masing-masing. Sikap saling pengertian, dan memahami sangat diperlukan dalam hal ini.  Setelah proses ta’aruf dan tafahum dilaksanakan, maka proses ta’awun secara alami akan terjadi, apabila seluruhnya dilakukan atas dasar iman kepada Allah.

Sebenarnya masih banyak yang disampaikan beliau dalam taushiyahnya. Tapi kalau aku tulis semua di sini, pasti pada bete bacanya, karena kebanyakan.. hehe
Tapi yang aku tulis semuanya intisari dari penyampaian-penyampaian kok, jadi tak usah khawatir ya. :)

Udah dulu ya kawan, hanya ini yang dapat aku sampaikan. Semoga bermanfaat. Dan mohon maaf atas segala kekurangan.

Nuun Wal Qolami Wamaa Yasthuruun
Wassalammu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakaatuh